suatu makna kegagalan dan kekalahan

kegagalan dan kekalahan adalah sebuah kata yang sangat ampuh untuk membuat kita belajar menjadi orang yang lebih baik lagi,,
tanpa harus menyalahkan siapa-siapa, tanpa harus menyesali apapun,, yang harus kita lakukan adalah menatap ke depan tanpa harus menengok ke belakang, hanya sesekali saja kita perlu mengingatnya dengan hati yang ikhlas tentunya..

Selasa, 17 November 2009

Harimau Langka Itu Mati di Kandang Ayam

Ilustrasi harimau sumatera
Senin, 16 November 2009 | 16:31 WIB

TAPAK TUAN, KOMPAS.com — Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati di kandang ayam milik M Rajab (45), warga Desa Silolo Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.

"Harimau berjenis kelamin betina itu ditemukan mati di dalam kandang ayam sekitar pukul 08.00 WIB. Warga menguburkan satwa dilindungi itu," kata Camat Pasie Raja H Rustam di Tapak Tuan, Senin (16/11).

Sebelum dikubur, satwa langka ini lebih dulu dibungkus kain putih. Penguburan tersebut juga disaksikan Kepala Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Safwan, petugas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), dan Kepala Polsek Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan.

Diperkirakan, harimau yang memiliki panjang sekitar 99 cm, tinggi 62 cm, dan panjang ekor 52 cm itu masuk ke kandang ayam yang berada di belakang rumah M Rajab sekitar pukul 20.00.

Hewan yang hampir punah tersebut diduga tewas akibat kehabisan napas karena terlilit tali yang terdapat di dalam kandang ayam milik warga yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu.

"Untuk mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan, harimau yang masih berusia muda itu dikubur di halaman rumah M Rajab," katanya.

Kepala KSDA Aceh Selatan Safwan mengatakan bahwa harimau itu tewas akibat kehabisan napas. Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke BKSDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke BKSDA provinsi dan diperkirakan masih ada satu harimau lagi yang berkeliaran di pinggiran Desa Silolo itu," katanya.

Selama dua bulan terakhir, gangguan harimau di daerah penghasil pala itu meningkat. Puluhan ternak telah dimangsa raja hutan.

Selain Desa Silolo, Kecamatan Pasie Raja, sejumlah desa lainnya, seperti Jambo Apha, Kecamatan Tapak Tuan, dan Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, harimau juga sempat turun ke permukiman.

Kepala Desa Jamboe Papeun Sasmin (44) mengatakan bahwa harimau telah memangsa lima kambing milik Tgk Syahabuddin, Tgk Anshari, dan M Nasir Nas, serta 39 ayam dan itik milik masyarakat lainnya.

"Warga melihat harimau di ladang ubi yang berada di dusun Kuta Batee yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman penduduk. Sebenarnya warga sangat takut dan cemas untuk berkebun. Namum, aktivitas itu harus tetap dilaksanakan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Sasmin.

Harimau Langka Itu Mati di Kandang Ayam

Ilustrasi harimau sumatera
Senin, 16 November 2009 | 16:31 WIB

TAPAK TUAN, KOMPAS.com — Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati di kandang ayam milik M Rajab (45), warga Desa Silolo Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.

"Harimau berjenis kelamin betina itu ditemukan mati di dalam kandang ayam sekitar pukul 08.00 WIB. Warga menguburkan satwa dilindungi itu," kata Camat Pasie Raja H Rustam di Tapak Tuan, Senin (16/11).

Sebelum dikubur, satwa langka ini lebih dulu dibungkus kain putih. Penguburan tersebut juga disaksikan Kepala Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Safwan, petugas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), dan Kepala Polsek Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan.

Diperkirakan, harimau yang memiliki panjang sekitar 99 cm, tinggi 62 cm, dan panjang ekor 52 cm itu masuk ke kandang ayam yang berada di belakang rumah M Rajab sekitar pukul 20.00.

Hewan yang hampir punah tersebut diduga tewas akibat kehabisan napas karena terlilit tali yang terdapat di dalam kandang ayam milik warga yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu.

"Untuk mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan, harimau yang masih berusia muda itu dikubur di halaman rumah M Rajab," katanya.

Kepala KSDA Aceh Selatan Safwan mengatakan bahwa harimau itu tewas akibat kehabisan napas. Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke BKSDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke BKSDA provinsi dan diperkirakan masih ada satu harimau lagi yang berkeliaran di pinggiran Desa Silolo itu," katanya.

Selama dua bulan terakhir, gangguan harimau di daerah penghasil pala itu meningkat. Puluhan ternak telah dimangsa raja hutan.

Selain Desa Silolo, Kecamatan Pasie Raja, sejumlah desa lainnya, seperti Jambo Apha, Kecamatan Tapak Tuan, dan Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, harimau juga sempat turun ke permukiman.

Kepala Desa Jamboe Papeun Sasmin (44) mengatakan bahwa harimau telah memangsa lima kambing milik Tgk Syahabuddin, Tgk Anshari, dan M Nasir Nas, serta 39 ayam dan itik milik masyarakat lainnya.

"Warga melihat harimau di ladang ubi yang berada di dusun Kuta Batee yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman penduduk. Sebenarnya warga sangat takut dan cemas untuk berkebun. Namum, aktivitas itu harus tetap dilaksanakan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Sasmin.

Sistem Keplanetan Yang Semrawut

Sebelum planet-planet menemukan jalannya untuk memiliki orbit yang stabil seperti saat ini, mereka bergoyang dan dorong-mendorong seperti halnya anak-anak kecil yang tidak bisa tenang.

Saat ini, teleskop Spitzer milik NASA berhasil menemukan bintang muda dengan bukti orbit hiperaktif yang mirip. Planet muda tersebut mengelilingi bintang yang diperkirakan merupakan objek mirip komet yang mengalami gangguan dan mengakibatkan terjadinya tabrakan sehingga melepas debu halo yang sangat besar.

Bintang tersebut, HR 8799 pada bulan November 2008 lalu diberitakan sebagai bintang pertama dari dua bintang yang citranya terekam memiliki planet. Teleskop landas Bumi di Observatorium W.M Keck dan Observatorium Gemini yang berada di HAwaii, merekam citra dari 3 planet yang mengorbit pada area yang cukup jauh dari sistem, dengan massa ketiganya sekitar 10 massa jupiter. Planet lainnya yang terekam juga diumumkan pada saat yang sama dengan bintang Fomalhaut. Fomalhaut ditemukan dan dipotret oleh Teleskop Hubble milik NASA. HR 8799 dan Fomalhaut merupakan bintang muda yang jauh lebih masif dari Matahari.

Citra inframerah halo debu raksasa yang berada di sekitar bintang HR 8799. kredit : NASA/Spitzer

Citra inframerah halo debu raksasa yang berada di sekitar bintang HR 8799. kredit : NASA/Spitzer

Sebelumnya, para astronom telah menggunakan Hubble dan Spitzer untuk mengambil citra piringan yang berotasi dari puing-puing keplanetan di sekitar Fomalhaut, yang jaraknya 25 tahun cahaya dari Bumi. Bintang HR 8799 jaraknya 5 kali lebih jauh sehingga para ilmuwan sendiri meragukan apakah Spitzer mampu memotret piringannya. Ternyata… Spitzer berhasil.

Menurut Kate Su dari Universitas Arizona, sekaligus pimpinan tim peneliti sistem di HR 8799, “awan debu raksasa yang mengelilingi piringan itu sangat tidak biasa. Debu tersebut diperkirakan berasal dari tabrakan antar benda kecil yang mirip komet atau obyek es yang membentuk sabuk Kuiper di Tata Surya”. Gravitasi ketiga planet raksasa ini menyebabkan benda-benda yang lebih kecil terlontar dan bermigrasi di area sekeliling atau bertabrakan satu sama lainnya. Bahkan para astronom memperkirakan kalau ketiga planet tersebut masih belum bisa dipastikan kapan akan mencapai orbit yang stabil. Dengan demikian masih banyak kekerasan yang akan terus terjadi.

Sistem mengalami keadaan yang kacau dan semrawut. Tabrakan terjadi dimna-mana dan memenuhi awan besar itu dengan debu halus. Yang menarik, para ilmuwan berhasil mendapatkan hubungan langsung antara piringan planet dan planet yang terekam dalam citra. Penelitian pada piringan sudah lama dilakukan, dan hanya bintang HR 8799 dan Fomalhaut yang merupakan dua contoh sistem yang dapat dipelajari hubunganya antara lokasi planet dan piringan.

Saat Tata Surya masih muda, ia juga melewati proses migrasi yang mirip. Jupiter dan Saturnus bergerak berkeliling, mengalami tabrakan dan melemparkan komet ke sekelilingnya bahkan kadang ke Bumi. Bahkan ada teori yang mengatakan kalau kejadian ekstrim pada fasa inilah yang dikenal dengan nama tabrakan besar (heavy bombardment), fasa yang diyakini dapat menjelaskan bagaimana Bumi memiliki air. Diperkirakan, komet yang mirip bola saljulah yang telah menghantam Bumi dan membawa cairan favorit penduduk Bumi, air.

Sumber : NASA/JPL/Spitzer

Supernova Dalam Teori Itu Benar – Benar Ada

Para astronom berhasil mengidentifikasi supernova jenis baru yang pada awalnya hanya bisa diprediksi oleh teori dan belum pernah ada contoh yang bisa diamati. Supernova yang sedang meledak ini ditemukan para peneliti dari Berkeley ternyata memiliki ledakan yang sebelumnya hanya bisa diperhitungkan secara teoretis.

aliran massa di antara bintang katai putih. kredit : Tony Piro

aliran massa di antara bintang katai putih. kredit : Tony Piro

Dua tahun yang lalu, Lars Bildsten, profesor dari UCSB’s Kavli Institute for Theoretical Physics (KITP), beserta koleganya memprediksi keberadaan tipe baru dari supernova di galaksi jauh yang mereka sebut sebagai mekanisme tipe .Ia (koma Ia). Mekanisme ini diperkirakan melibatkan peledakan helium di katai putih yang melontarkan selubung kecil material. Ledakan teoretis ini diprediksi akan lebih redup dari sebagian besar supernova dan kecerlangannya akan mengalami naik turun hanya dalam beberapa minggu.

Perkiraan ini ternyata mendapat respon para astronom kalau supernova dengan perilaku seperti itu belum pernah terlihat. Nah, menurut Bildsten, saran yang ia berikan adalah teruslah mencari.

Adalah Dovi Pozananski, postdoctoral dari UC Berkeley yang menemukan supernova jenis ini dari hasil pengamatan yang ia lakukan pada tahun 2002, 7 tahun yang lalu. Supernova 2002bj yang ditemukan Dovi Pozanski dan kawan-kawannya ini memang memiliki kategori tersendiri karena spektrum yang dihasilkan menunjukan kalau ia berevolusi sangat cepat dan menghasilkan kombinasi elemen yang tidak umum.

Pada umumnya, supernova diklasifikasikan berdasarkan spektrum garis emisinya. Ada 2 tipe utama dalam pembagian kelas Supernova, yakni Tipe I dan tipe II. Supernova tipe I spektrumnya sukar ditafsirkan dan memiliki magnitudo mutlak mencapai 16, sedangkan supernova tipe II memiliki kecerlangan kira-kira 2 magnitud lebih lemah dengan spektrum mirip nova namun memiliki garis emisi lebih lebar dan kecepatan pelontaran yang lebih besar. Kedua tipe utama dalam supernova juga diperkirakan berasal dari ledakan bintang katai putih atau keruntuhan bintang masif.

Sebagian besar bintang memang mengakhiri hidupnya menjadi bintang katai putih dengan massa setara massa Matahari namun ukuran setara dengan radius Bumi. Akibatnya bintang itu menjadi sangat padat. Meskipun padat, obyek-obyek ini terbentuk dari campuran karbon dan oksigen ataupun dari helium murni, akan mengalami pendinginan dan temperaturnya demikian rendah sehingga tidak dapat menyokong terjadinya reaksi fusi. Nah pada kondisi tertentu dan memang cukup langka, dua obyek ini akan berada sangat dekat, saling mengorbit hanya dalam beberapa menit, seperti layaknya bintang ganda. Pada kondisi tersebut, akan terjadi aliran massa, dan disini heliumnya mengalir dari satu bintang katai putih ke bintang lainnya dan terakumulasi pada bintang katai putih yang lebih masif.

Peristiwa yang cukup langka ini kemudian memicu terjadinya kondisi yang sangat unik yakni pembakaran ternonuklir yang sangat eksplosif dan terjadilah lontaran lautan kelium yang sudah terakumulasi tadi. Elemen radioaktif yang tidak umum terbentuk berlebihan dalam peleburan yang sangat cepat justru memicu terjadinya cahaya terang yang tampak pada materi tersintesa dan baru akan berakhir setelah beberapa minggu.
Peristiwa yang menimbulkan terang dari ledakan termonuklir di bintang katai putih memang sudah dikenal selama beberapa dekade dan digolongkan sebagai supernova tipe Ia. Mereka biasanya lebih terang dari seluruh galaksi selama lebih dari satu bulan dan sangat berguna dalam melakukan studi kosmologi. Kejadian yang diprediksi Bildsten dan kolaboratornya hanya memiliki kecerlangan satu per sepuluh untuk satu per sepuluh waktu dan kemudian dikenal sebagai supernova tipe .Ia (koma Ia).

Supernova 2002bj yang ditemukan Pozanski cocok dengan kriteria supernova tipe .Ia yang belum pernah teramati sebelumnya tersebut. Supernova 2002bj merupakan supernova yang berevolusi sangat cepat, sekitar 3-4 kali lebih cepat dari supernova pada umumnya dan kemudian menghilang dalam 20 hari. Kecerlangannya langsung redup begitu saja. Menurut Poznanski seperti yang ia sampaikan pada Universe Today, ia sebenarnya tengah mencari Supernova Tipe II saat ia kemudian menemukan 2002bj. Reaksi pertamanya adalah kebingungan sampai kemudian ia menemukan kalau supernova yang ia lihat cocok dengan tipe .Ia. Ponanzki dan timnya kemudian melakukan analisa ulang dari data mereka untuk mendapatkan lebih banyak kepastian.

Ledakan yang dilihat pada 2002bj memang berbeda jika dibanding dengan ledakan pada tipe Ia, karena bintang katai putih lolos dari ledakan selubung helium. Pada kenyataannya, ada kemiripan dari 2002bj dengan nova dan supernova. Nova terjadi saat materi – dalam hal ini hidrogen- runtuh ke dalam bintang dan terakumulasi dalam selubung sehingga mengalami pembakaran singkat saat ledakan termonuklir. Nah, si 2002bj ini adalah “super” nova yang menghasilkan energi 1000 kali dari nova standar.

Sumber : University of California Santa Barbara, Universe Today

Asteroid 2009 VA Melintasi Bumi

Sebuah asteroid baru ditemukan dan dinamai 2009 VA, berukuran hanya 7 meter dan melintasi Bumi pada jarak 14000 km dari permukaan Bumi tanggal 6 November 2009. Asteroid ini merupakan asteroid ketiga terdekat yang diketahui mendekati Bumi.

Lintasan asteroid 2009 VA yang melewati Bumi 6 November lalu. Kredit : NEO JPL NASA

Lintasan asteroid 2009 VA yang melewati Bumi 6 November lalu. Kredit : NEO JPL NASA

Dua asteroid lainnya adalah asteroid berukuran 1 meter 2008 TS26, yang melintas permukaan Bumi 6150 km tanggal 9 Oktober 2008 dan asteroid FU162 yang berukuran 7 meter dan melewati Bumi pada jarak 6535 km pada 31 Maret 2004. Secara umum, obyek seukuran 2009 VA akan melintas Bumi pada jarak terdekat sekitar 2 kali setahun dan menghantam Bumi setiap 5 tahun.

Asteroid 2009 VA ditemukan oleh Catalina Sky Survey sekitar 15 jam sebelum ia mendekat dan langsung teridentifikasi oleh Minor Planet center di Cambridge MA sebagai obyek yang akan segera mendekati Bumi. Hasil komputasi orbit yang dilakukan Near-Earth Object Program Office dari JPL menunjukan kalau asteroid ini tidak akan menabrak Bumi. Tapi 13 bulan lalu obyek yang lebih kecil 2008 TC3 ditemukan pada kondisi yang mirip namun dengan lintasan menuju Bumi dan kemungkinan tabrakan hanya dalam waktu 11 jam.

Sedangkan pada tanggal 8 Oktober 2009 jam 10.00 wib, terjadi ledakan bola api yang teramati sekaligus juga terekam di salah satu pulau di Indonesia. Kejadian tersebut tampak di Bone dan diperkirakan sebagai ledakan yang berasal dari asteroid kecil yang memasuki atmosfer Bumi dengan diameter 10 meter. Sebagai akibat dari tekanan atmosfer, obyek tersebut meledak di atmosfer dengan kekuatan sekitar 50 kilo ton (setara dengan ledakan 110 juta pon TNT). Kejadian ledakan bola api dengan magnitud seperti di Bone diperkirakan bisa terjadi satu kali dalam 2 – 12 tahun.

Secara umum, asteroid batuan tidak akan mengakibatkan kerusakan di permukaan Bumi kecuali diameternya sekitar 25 meter atau lebih.

Sumber : Near Earth Object Program, NASA JPL